Senin - Sabtu: 08.00 - 14.00Call Center: (0274) 895591

Kegiatan

Imunisasi HPV Untuk Siswi Kelas 5 & 6 SD

Admin Puskesmas Pakem • 29 Agustus 2020
3 kali dilihat
Imunisasi HPV Untuk Siswi Kelas 5 & 6 SD

Program imunisasi anak kembali menjadi sorotan penting dalam upaya pencegahan berbagai penyakit berbahaya, termasuk kanker serviks atau kanker mulut rahim. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dipaparkan pada 31 Januari 2019, angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 23,4 per 100.000 penduduk, dengan rata-rata angka kematian sebesar 13,9 per 100.000 penduduk.

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat memiliki prevalensi kanker tertinggi, yakni 4,86 per 1.000 penduduk. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk terus memperkuat upaya pencegahan sejak dini, salah satunya melalui pemberian vaksin HPV (Human Papilloma Virus) pada anak usia sekolah.

Vaksin HPV diberikan sebanyak dua dosis. Dosis pertama diberikan saat anak duduk di kelas 5 sekolah dasar, sementara dosis kedua diberikan saat anak berada di kelas 6. Imunisasi ini diharapkan mampu menurunkan angka kejadian kanker serviks di masa mendatang secara signifikan.

Namun, pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada tahun 2020 mengalami penyesuaian akibat pandemi COVID-19. Kegiatan imunisasi dilakukan secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna memastikan keamanan semua pihak yang terlibat.

Sebelum pelaksanaan imunisasi, dilakukan skrining kesehatan terhadap seluruh peserta, termasuk guru, siswa, wali murid, dan petugas kesehatan. Hanya individu dalam kondisi sehat yang diperbolehkan mengikuti kegiatan, yakni mereka yang tidak mengalami gejala seperti demam (suhu tubuh di atas 37,5°C), batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, maupun diare.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta juga diwajibkan mematuhi prinsip CITA MAS JAJAR, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Dengan penerapan langkah-langkah ini, diharapkan program imunisasi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan, serta mampu melindungi generasi muda dari ancaman kanker serviks di masa depan.