Senin - Sabtu: 08.00 - 14.00Call Center: (0274) 895591

Kegiatan

Kegiatan Skrining Penyakit Frambusia pada Anak Sekolah

Admin Puskesmas Pakem • 02 Desember 2023
2 kali dilihat
Kegiatan Skrining Penyakit Frambusia pada Anak Sekolah

Frambusia, yang juga dikenal sebagai penyakit patek, puru, atau yaws, merupakan penyakit menular kronis yang dapat kambuh. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pertenue dan umumnya menyerang kulit, bahkan pada kasus tertentu dapat menyebar hingga ke tulang.

Penularan frambusia terjadi melalui kontak langsung dengan luka atau lesi pada kulit penderita. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui perantara seperti lalat yang hinggap pada luka terbuka. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak usia di bawah 15 tahun, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang baik.

Gejala awal frambusia ditandai dengan munculnya luka atau lesi pada kulit yang bersifat menular. Pada tahap awal, penyakit ini sangat mudah menyebar jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran yang lebih luas.

Sebagai bentuk upaya pencegahan dan pengendalian, tim dari Puskesmas Pakem yang terdiri dari dokter, analis laboratorium, petugas surveilans, dan promosi kesehatan (promkes) telah melaksanakan kegiatan skrining di dua sekolah dasar di wilayah kerjanya. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan terhadap siswa yang memiliki gejala berupa luka atau lesi pada tubuh.

Siswa yang terindikasi kemudian dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan menggunakan Rapid Test guna memastikan diagnosis. Selain skrining, tim juga memberikan edukasi kepada siswa melalui penyuluhan dan pembagian leaflet mengenai frambusia serta cara pencegahannya.

Pencegahan frambusia dapat dilakukan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama menjaga kebersihan diri. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain menggunakan air bersih, rutin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui kegiatan skrining ini, diharapkan kasus frambusia dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga penanganan dapat segera dilakukan. Dengan demikian, rantai penularan penyakit dapat diputus dan kesehatan anak-anak dapat lebih terjaga.

Mari bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Jika informasi ini bermanfaat, silakan bagikan kepada orang lain agar semakin banyak yang memahami dan waspada terhadap penyakit frambusia.